100th INONESIA BANGKIT


Thursday, March 09, 2006
KOMPAS Senin, 06 Maret 2006

75% KOTA TUA RUSAK BERAT
Tak Ada Insentif dari Pemerintah


Jakarta, Kompas - Sekitar 75 persen dari 170-an bangunan cagar budaya dari abad XVI hingga awal abad XX di Kota Tua Jakarta, di sekitar Stasiun Kota, Museum Fatahillah, hingga Pelabuhan Sunda Kelapa, dalam keadaan rusak dan terancam hancur. Dalam pantauan, kemarin, kerusakan terjadi pada sejumlah bangunan.

Ketua Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia (KPSBI-Historia) Asep Kambali, yang ditemui di Museum Bank Mandiri seusai penyusuran Jakarta Trail di kawasan Kota Tua, menjelaskan, sejumlah besar bangunan dalam keadaan kritis dan dikhawatirkan segera hancur jika tidak diupayakan perbaikan.

Kebijakan itu harus dibarengi rangsangan menciptakan kegiatan ekonomi di kawasan yang pernah menjadi pusat kota Batavia semasa penjajahan Belanda.

Upaya revitalisasi kawasan belum berjalan dan tidak ditangani serius. Tidak ada insentif pajak bagi pemilik bangunan agar meringankan biaya perawatan. Seharusnya ada penanganan terpadu antarpelbagai dinas terkait di DKI dengan seluruh stakeholder, kata Asep.

Karena tidak ada kegiatan ekonomi, alternatif terakhir adalah
kegiatan hiburan malam saja, yang akhirnya hidup di sejumlah bangunan di kawasan Kota Tua.

Bangunan di kawasan tersebut, lanjut Asep, seharusnya dapat menjadi pusat perekonomian seperti dilakukan di Eropa. Kawasan bersejarah dapat dijadikan wilayah hunian tanpa mengubah bentuk asli dan juga obyek wisata. Sayang peluang tersebut belum dimanfaatkan di Jakarta.

Wilayah tersebut adalah surga bagi bangunan bersejarah. Di Jalan Kali Besar Barat terdapat Toko Merah yang dibangun Gubernur Jenderal Van Imhoff tahun 1730. Pada deretan bangunan di Sebelahnya terdapat bekas gedung Bank Standard Chartered dan HSBC yang digunakan sebelum Perang Dunia II. Bangunan antik lain seperti Museum Fatahillah (bekas stadthuis atau balaikota) dan Museum Wayang bekas gereja juga berusia lebih dari tiga abad.

Riska, aktivis KPSBI, menjelaskan, bangunan bersejarah lain seperti Jembatan Kota Intan yang dibangun sekitar tahun 1628 masih dapat ditemui di kawasan yang sama. Bagian paling tua adalah kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa yang mulai tumbuh sejak abad ke-6 hingga masa perjanjian Kerajaan Pajajaran dengan Portugis tahun 1500-an.

Revitalisasi pecinan

Direktur Jakarta Old Town Kotaku Ella Ubaidi yang dihubungi mengatakan, upaya revitalisasi Kota Tua sudah mulai dirintis di kawasan pecinan. Memang di sekitar Kali Besar masih belum ada kehidupan. Tetapi di sekitar Pancoran dan Gang Gloria sudah mulai ditata, katanya.

Menurut Ella, mengacu pengalaman di mancanegara, kawasan Kota Tua tidak saja memiliki fungsi komersial, tetapi juga sebagai tempat hunian.

Itu penting agar terdapat aktivitas sosial sepanjang hari sebagai living heritage. Jenis hunian yang ada merupakan perpaduan yang mewakili sebanyak mungkin kelas sosial. (ONG)


Posted at 02:20 pm by Cinta Indonesia? Gabung Historia ajah!

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry



Cinta Indonesia? Gabung Historia ajah!

KOMUNITAS HISTORIA-INDONESIA atau Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia hadir sejak 2002, merupakan lembaga nonprofit independen dibindang sejarah, budaya pendidikan dan pariwisata. HISTORIA mempunyai visi&misi untuk menumbuhkan kesadaran sejarah dan budaya masyarakat Indonesia melalui kegiatan yang rekreatif-edukatif dan entertainment. Beranggotakan ribuan pelajar/mahasiswa, eksekutif muda, ibu rumah tangga, kelompok ekspatriat, pemerhati sejarah&budaya, akademisi serta masyarakat luas, yang tersebar baik di dalam maupun luar negeri. TUJUAN -Membangun kesadaran sejarah dan budaya, dan nasionalisme. lihat selengkapnya...

CONTACT US:
Phone: (021) 7044-7220,
komunitashistoria@yahoogroups.com,

DAFTAR JADI MEMBER
Komunitas Historia terbuka untuk umum, bagi siapapun dan tanpa membedakan Suku, Agama dan Ras. Anggota boleh berasal dari dalam maupun luar negeri.
Buruan gabung di KOMUNITAS HISTORIA INDONESIA! Nikmati serunya petualangan Sejarah dan Budaya bersama kami
Powered by groups.yahoo.com

RUANG DISKUSI HISTORIA

   





<< March 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


KOMUNITAS HISTORIA INDONESIA
Komunitas Peduli Sejarah & Budaya Indonesia


"We learn history for learning the present and building the future."

LINKS
Mailig List Komunitas HISTORIA
Badan Pelestarian Pusaka Indonesia [BPPI]
Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia

Bandung Trail
KITLV Belanda
Arsitektur Indis
Situs Sejarah Indonesia dari Prasejarah hingga Reformasi
Situs Jalan-Jalan di Singapura
Millist Kota Tua Jakarta


"Adalah benar bahwa hari ini diwarnai oleh masa lalu. Dengan belajar dari sejarah kita akan dapat memilih warna masa depan sesuai dengan selera kita."
komunitashistoria@yahoogroups.com





Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed